Model Pembelajaran Quantum Dalam Pembelajaran Sains


MODEL QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

1.   Model Pembelajaran Kuantum
A. Pengertian Model Pembelajaran Kuantum
Model pembelajaran Kuantum timbul gagasan Bobbi DePoter dan Mike Henarcki pada tahun 1982 di SuperCamp – sebuah lembaga yang terletak di Kirkwood Meadows, Negara bagian Kalipornia, Amerika Serikat. Di sinilah secara terprogram DePoter mengujicobakan model pembelajaran Kuantum kepada para remaja selama tahun-tahun awal dasawarsa 1980-an. Model pembelajaran ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitiannya terhadap 25 ribu siswa dan sinergi pendapat ratusan guru SuperCamp.
Menurut DePoter istilah Kuantum bermakna “Interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya”. (di dalam Sugianto, 2009: 71). Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran, pernyataan ini bermakna bahwa oksidasi bermacam-macam interakasi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar disebutkan sebagai energi. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa, dan dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermaanfat bagi mereka sendiri dan orang lain.
Porter dan Hernacki (2001) berpendapat bahwa Model Pembelajaran Kuantum adalah model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar yang meriah dengan segala nuansanya, yang menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar serta berfokus pada hubungan yang dinamis dalam lingkungan kelas – interaksi yang mendirikan landasan dalam kerangka untuk belajar. Dengan demikian, Model Pembelajaran Kuantum dapat dipandang sebagai sebuah cara baru yang memudahkan proses belajar dan memadukan unsur seni dan pencapaian yang terarah untuk segala mata pelajaran.
Menurut Miftahul (2001), DePoter (1999), dan Porter dan Hernacki (2001), Model Pembelajaran Kuantum berisi seperangkat metode dan falsafah belajar yang mengijinkan pendidik untuk memahami perbedaan gaya belajar para siswa di dalam kelas dan efektif untuk semua umur. Model pembelajaran ini memiliki 2 komponen penting, yaitu konteks dan isi. Konteks meliputi lingkungan, suasana, landasan, dan rancangan. Sedangkan, isi mencangkup penyajian dan fasilitas. Dalam konteks ini guru dituntut harus mampu mengubah harus mampu mengubah: 1) suasana yang menyenangkan sebagai PBM, 2) landasan yang kukuh untuk kegiatan PBM, 3) lingkungan yang mendukung PBM, dan 4) rancangan pembelajaran yang dinamis. Sedangkan di dalam isi guru dituntut untuk mampu menerapkan ketrampilan penyampaian isi pembelajaran dan strategi yang dibutuhkan siswa untuk bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya (DePoter, Reardom & Nourie, 2001 dalam Wena, 2007:163).

B. Karakteristik Pembelajaran Kuantum
Model Pembelajaran Kuantum memiliki karakteristik umum yang dapat memantapkan dan menguatkan sosoknya. Menurut Sugianto (2009: 73), terdapat 12 kareteristik umum Model Pembelajaran Kuantum, antara lain:
1.       Pembelajran kuantum berpangkal pada pisikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dankonsep kuantum dipakai.
2.       Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanities, bukan positivistis-empiris,”hewan-istis”, dan atau nativities.
3.      Pembelajran kuantum lebih bersifat kontruktivitis(tis), bukan positivistis-empiris.
4.      Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
5.      Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajran dengan tarap keberhasilan tinggi.
6.      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kelamiahan dan kewajiban proses pembelajran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat buat.
7.      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan peruses pembelajaran.
8.      Pembelajran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
C.  Asas Model Pembelajaran Kuantum
Model pembelajaran kuantum berpatokan pada satu asas “Bawa dunia mereka ke dunia kita, dan
antarkan dunia kita ke dunia mereka” (DePoter, 1999). Asas ini dapat dapat diartikan bahwa apapun yang
ada di dalam diri guru harus mampu membawa anak didik untuk memahami dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan. Asas ini mengingatkan kita betapa pentingnya memasuki dunia peserta didik untuk langkah pertama dan utama di dalam pembelajaran. Jika kita sudah dalam dunia peserta didik maka akan lebih mudah untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan keinginan dan mampu membawa mereka untuk belajar.

D. Prinsip Model Pembelajaran Kuantum
Model Pembelajaran Kuantum memiliki lima prinsip dasar, antara lain:
1.      Segalanya berbicara
Segalanya berbicara disini maksudnya lingkungan kelas hingga bahasa tubuh dari guru, kertas yang guru bagikan hingga rancangan pembelajaran guru mampu mengirim pesan tentang pembelajaran yang akan disampaikan dalam pengajaran tersebut.
2.      Memiliki tujuan
Memiliki tujuan disini maksunya segala sesuatu penyusunan pembelajran yang dilakukan oleh seorang guru yang akan diberikan kepada sisiwa harus mempunyai tujuan dan batasan tertentu secara jelas.
3.      Pengalaman sebelum pemberian nama
Dalam tahapan ini seorang guru harus mampu membanggkitkan rasa percaya diri peserta didik dengan cara guru harus mengakui dan memperkuat bahwa apa yang mereka lakukan sudah sesuai dengan aturan dan terus memberikan motivasi agar siswa mampu berkembang danterus belajar tampa mengenal rasa lelah.
4.      Akui setiap usaha
5.      Jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan
Perayan atau memberikan sesuatu sebagai re-ward adalah suatu umpan balik mengenai kemajuan murid.
E. Langkah Model Pembelajaran Kuntum
Untuk mempermudahkan mengingat dan untuk keperluan oprasional, model pembelajaran kuantum dikenal dengan konsep “TANDUR”. Konsep ini mencerminkan enam langkah-langkah pembelajaran, yaitu:
1.      Tumbuhkan minat dengam memuaskan, yakni apakah mamfaat yang akan diberikan serta diperoleh dari pembelajaran bagi guru dan murid. Dalam tahap ini seorang guru harus menumbuhkan suasana yang menyenangkan, relaks, tumbuhkan interaksi dengan siswa dengan masuk kedalam alam pikiran mereka kea lam pikiran anda, yakinkan siswa kenapa harus mempelajari ini dan itu. Jika sudah demikian maka siswa akan merasa enjoy dalam mengikuti pelajaran.
2.      Alami, yakni ciptakan dan datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajaran. Dalam tahap ini seorang guru harus menggunakan istilah yang mudah dimengerti olehsiswa didalam pembelajran. Agar siswa merasa nyaman didalam mengikuti pembelajran.
3.      Namai atau Memberi nama, dalam hal ini guru terlebih dahulu harus menyediakan kata kunci, konsep, model, rumus, setrategi: yang kemudian menjadi masukan si anak.
4.      Demontrasikan, yakni sediakan kesempatan waktu bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu.
5.      Ulangi, yakni tunjukkan kepada para siswa tentang cara-cara mengulang materi dan menegaskan Aku tahu bahwa aku tahu ini.
6.      Rayakan, yakni pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan prolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
Dari uraian diatas ada beberapa permasalahan yang perlu kita diskusikan bersama:
1.      Apa kesulitan yang saudara hadapi ketika menggunakan model pembelajaran Quantum ?
2.      Menurut saudara apa kelebihan dari model Quantum ?
3.      Apakah model pembelajaran Quantum dapat dikolaborasikan dengan model pembelajaran lain ?

Komentar

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
    Apa kelebihan dari model kuantum.
    Kalau menurut saya Kelebihan nya yaitu membimbing siswa kearah berpikir yang sama,lebih melibat kan siswa,membutuhkan kreativitas guru untuk merangsang siswa belajar, pembelajaran yg diberikan mudah di pahami siswa.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. Menyikapi pertanyaan no 3.?
    Bisa di kaloborasi kan dg pembelajaran lain karena pembelajaran quantum ini tidak terfokus pada satu bidang study saja.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum saya akan menanggapi pertanyaan no.2
    Kelebihan model quantum teaching adalah:
    1. Membuat siswa merasa nyaman dan gembira dalam belajar, karena model ini menuntut setiap siswa untuk selalu aktif dalam proses belajar.
    2. Memberikan motivasi pada siswa untuk ambil bagian dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung.
    3. Dengan adanya kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya, akan memudahkan guru dalam mengontrol sejauh mana pemahaman siswa dalam belajar

    BalasHapus
  4. kelebihan model pembelajaran Quantum:
    Pembelajaran berpanggal pada psikologi kognitif, bersifat humanistis,alamiah, konstruktivis, memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi, model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran, memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan mengutamakan keberagaman dan kebebasan.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor tiga. Iya, model Quantum bisa dikolaborasikan dengan model lain yang sesuai .

    BalasHapus
  6. menanggapi pertanyaan pertama, saya pernah menerapkan model ini dan kesulitan yang saya hadapi pertama adalah sulitnya menyiapkan sarana prasarana, yang kedua susah memenejemen waktu karena memerlukan waktu yang agak panjang dan yang terakhir adalah kesulitan mengontrol kerja kelompok siswa yang kebetulan pada saat itu ada lebih kurang 35 siswa dalam satu kelas. jadi saya agak kesulitan melihat keaktifan kerja kelompok mereka. terimakasih.

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab pertanyaan no 2 yaitu Menurut saudara apa kelebihan dari model Quantum ? Kelebihan dari pembelajran quatum ini adalah suasana belajar yang menggunakan emotional siswa dimana emotional siswa ini dipacu dengan menghidupkan music klasik dengan berbagai ritme baik itu yang cepat saat siswa berdiskusi maupun ritme yang slow untuk saat siswa menyimpulkan hasil diskusi.

    BalasHapus

Posting Komentar