Model Pembelajaran Khusus sains
MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS
1.
PENGERTIAN SAINS
Ilmu pengetahuan alam atau Sains
merupakan terjemahan kata-kata inggris yaitu natural science artinya ilmu yang
mempelajari tentang alam. Sehubungan dengan itu Darmojo, 1992 (Samatowa, 2006:
2) menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains adalah
pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dengan segala
isinya. Selain itu Nash, 1993 (Samatowa, 2006: 2) menyatakan bahwa Sains
itu adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan
bahwa cara sains mengamati dunia bersifat analisis, lengkap, cermat serta
menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain, sehingga
keseluruhannya membentuk suatu prespektif
yang baru tentang objek yang diamatinya. Jadi penekanan dalam
pembelajaran Sains adalah pengembangan kreativitas anak dalam
mengelola pemikirannya menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain
yang ada dilingkungannya, sehingga memperoleh suatu gagasan (ide), pemahaman,
serta pola baru dalam berfikir memahami suatu objek yang diamati.
Jadi model pembelajaran sains adalah
model pembelajaran yang digunakan untuk berbagai materi yang berkaitan dengan
ilmu sains. Berikut ini adalah beberapa contoh model pembelajaran sains.
Penerapan
pembelajaran sains yang dilakukan oleh setiap pendidik memilki karakter yang
berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh isi materi dan kemampuan pendidik itu
sendiri. Kreatifitas seorang guru akan sangat diperlukan khususnya pembelajaran
sains, karena dalam pembelajaran sains tidaklah cukup dengan menggunakan model
dan metode yang biasa diterapkan dalam pembelajaran yang lainnya.hal ini harus
diakui secara seksama karena materi sains memerlukan suatu aktifitas yang
langsung dan benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. sains dalam
pembelajarannya memilki ciri yang berbeda dengan membelajarkan materi yang lain
kepada siswa, salah satu ciri yang menonjol adalah adanya proses pembelajaran
yang berproses dengan menggunakan observasi, percobaan, dan pemecahan masalah.
Memang ciri ini dimiliki oleh materi pelajaran yang lain, akan tetapi prosedur
dalam pengalikasiaanya memliki persamaan dengan metode yang dilakukan oleh para
ahli, dan para penemu-penemu sebelumnya.
Adapun model-model pembelajaran sains adalah
1.
Contektual Teaching And Learning (CTL)
Adapun
ciri-ciri pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL adalah sebagai berikut
:
1. Kerja sama
2. Saling menunjang
3. Menyenangkan
4. Belajar dengan bergairah
5. Pembelajaran terintegrasi
6. Menggunakan berbagai sumber belajar
7. Siswa aktif
8. Shering dengan teman
9. Siswa kritis guru kreatif
10. Dinding kelas penuh dengan karya siswa
Melihat penerapan dan ciri-ciri pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL tentu terlintas dalam pikiran kita bahwa pendekatan CTL adalah integrasi dari berbagai model-model pembelajaran.
1. Kerja sama
2. Saling menunjang
3. Menyenangkan
4. Belajar dengan bergairah
5. Pembelajaran terintegrasi
6. Menggunakan berbagai sumber belajar
7. Siswa aktif
8. Shering dengan teman
9. Siswa kritis guru kreatif
10. Dinding kelas penuh dengan karya siswa
Melihat penerapan dan ciri-ciri pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL tentu terlintas dalam pikiran kita bahwa pendekatan CTL adalah integrasi dari berbagai model-model pembelajaran.
2.
Model
Pembelajaran Inquiri
Menurut Piaget
mendefinisikan model inkuiri adalah sebagai pembelajaran yang mempersiapkan
situasi bagi anak untuk melakukan sendiri, dalam arti luas ingin melihat apa
yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol – simbol dan
mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu
dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan orang lain.
Ruang lingkup Model inkuiri
• Ciri utama model pembelajaran inkuiri, yaitu :
- Inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan, artinya model inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar
- Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (Self Belief). Dengan demikian model pembelajaran inkuiri menempatkan Guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.
- Dapat mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis,logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. (sanjaya, 2006 : 194-195).
Ruang lingkup Model inkuiri
• Ciri utama model pembelajaran inkuiri, yaitu :
- Inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan, artinya model inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar
- Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (Self Belief). Dengan demikian model pembelajaran inkuiri menempatkan Guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.
- Dapat mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis,logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. (sanjaya, 2006 : 194-195).
3.
Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah
pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa
untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Konsep Pembelajaran Kooperatif adalah menciptakan interaksi
yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar sehingga
memungkinkan siswa untuk tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama
siswa.
4.
Model pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential
Learning)
Model Experiential
Learning adalah suatu model proses belajar mengajar yang mengaktifkan
pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya
secara langsung. Dalam hal ini, Experiential Learning menggunakan
pengalaman sebagai katalisator untuk menolong pembelajar mengembangkan
kapasitas dan kemampuannya dalam proses pembelajaran.
Experiential learning dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk mencapai sesuatu
berdasarkan pengalaman yang secara terus menerus mengalami perubahan guna
meningkatkan keefektifan dari hasil belajar itu sendiri. Tujuan dari model ini
adalah untuk mempengaruhi siswa dengan tiga cara, yaitu; mengubah struktur
kognitif siswa, mengubah sikap siswa, dan memperluas keterampilan-keterampilan
siswa yang telah ada. Ketiga elemen tersebut saling berhubungan dan memengaruhi
seara keseluruhan, tidak terpisah-pisah, karena apabila salah satu elemen tidak
ada, maka kedua elemen lainnya tidak akan efektif.
Prosedur pembelajaran dalam experiential learning terdiri
dari 4 tahapan, yaitu;
a.
Tahapan pengalaman nyata
b.
tahap observasi refleksi
c.
tahap konseptualisasi
d.
tahap implementasi.
Demikian postingan
saya mengenai model-model pembelajran sains.
Namun saya
masih menemukan berbagai kejanggalan sehingga menimbulkan pertanyaan yang layak
untuk didiskusikan bersama. Diantaranya:
1.
Sebagai pendidik, kendala apa yang kalian temukan
dilapangan dalam menggunakan model pembelajaran dalam pelajaran sains ?
2.
Langkah apa
yang harus anda lakukan agar dapat memilih model yang tepat dalam pembelajaran
sains ?
3.
Apakah semua
model pembelajaran dapat digunakan dalam pelajaran sains ?
Assalamualaikum wr. Wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan yang terakhir..
Kalau menurut saya bisa.tapi di k 13 sekarang pembelajaran sains sangat dianjurkan menggunakan ke empat model tersebut.Yaitu Discovery, Inquiri, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berbasis Proyek ke empatnya merupakan model yang digunakan dalam pembelajaran K13,
Terima kasih
Menyikapin pertanyaan no 3.?
BalasHapustidak semua model pembelajaran cocok atau tepat diterapakan pada setiap mata pelajaran karena ada model pembelajaran yang memang hanya cocok untuk diterapkan pada mata pelajaran tertantu. sehingga guru dalam memilih model pembelajaran tertentu harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang akan diajarkan.
semua model pembelajaran dapat digunakan untuk melakukan proses pembelajaran, karna untuk melakukan sebuah model pembelajaran memerlukan interaksi yang baik antara guru dan siswa untuk sehinga menjadi kerjasama untuk kesuksesan pembelajaran di kelas dengan dibantu dengan sarana dan prasarana yang memadai, maka semua model dapat di gunakan untuk pembelajaran sains.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Assalamualaikum,wr.wb. menurut pendapat saya semua model pembelajaran dapat digunakan dalam pelajaran sains model pembelajarannya harus disesuaikan dengan materi pembelajaran
BalasHapusTerimakasih atas artikelnya pak. Saya tertarik berdiskusi mengenai pertanyaan pertama bapak. Sebagai pendidik dibidang ilmu sains terkhusus fisika saya sendiri mengalami kesulitan dalam memilih model pembelajaran yg pas untuk fisika. Seperti yg kita ketahui bahwa fisika adalah ilmu yg menggunakan hitungan rumit. Sedangkan kurikulum yg ada sekarang menuntut pembelajaran berpusat pada siswa yg sulit d terapkan pada pembelajaran fisika.
BalasHapusMenanggapi pertanyaan penulis yang nomor 3. Apakah semua model pembelajaran dapat digunakan dalam pelajaran sains ? Menurut saya dapat, tentu dengan tingkat efektifitas yang berbeda. Karena pada dasarnya sebuah desain pembelajaran dirancang berdasarkan Pendekatan, Strategi, metode, serta teknik yang terus berkembang.
BalasHapusTerima kasih,.
menanggapi pertanyaan no 2
BalasHapusLangkah apa yang harus anda lakukan agar dapat memilih model yang tepat dalam pembelajaran sains ?
1. anak didik
2. tujuan yang akan di capai
3. situasi belajar mengajar
4.fasilitas belajar mengajar
5. guru
semua ini adalah langkah-langkah yang harus di perhatikan dalam memilih model pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran sains.
Saya akan mencoba menjawab soal nomor 3. Menurut saya tidak semua model pembelajaran dapat digunakan dalam pelajaran sains karena model pembelajaran sains memiliki karakteristik dan tujuan sendiri dalam pembelajarannya seperti adanya penekanan pada konsep materi yang disampaikan dan juga adanya penguasaan secara praktek.
BalasHapus