Model Pembelajaran Kontekstual Dan Kolaboratif
Pengertian Model Pembelajaran
Trianto (2010) Menjelaskan
model pembelajaran sebagai suatu pendekatan yang luas dan menyeluruh serta
dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola
urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. Dengan kata lain model pembelajaran merupakan sebuah cara yang digunakan untuk kegiatan
belajar yang menerapkan langkah-langkah atau sintak tertentu untuk mendapatkan
suasana belajar yang kondusif dan efisien.
Secara umum ada
beberapa model yang dapat digunakan
dalam proses kegiatan belajar mengajar, diantaranya
1.
Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teacing And Learning)
Menurut Abdul
Majid
(2013: 228) model pembelajaran kontekstual (Contextual Teacing And Learning) model pembelajaran
adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan
antara pengetahuan yang dimilikinya
dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan
masyarakat. Dalam kelas kontekstual , tugas guru adalah
membantu siswa mencapai tujuannya dengan melibatkan tujuh komponen utama
pembelajaran efektif, yakni: Konstruktivisme (Construktivism), bertanya
(Questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning
community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic
assessment).
2.
Model pembelajaran kolaboratif
Khoerul anwar dalam
postingannya melalui web http://khoerulanwar303.blogspot.co.id/2015/06/pembelajaran-kolaboratif.html menjelaskan tentang pengertian model
pembelajaran kolaborasi meneurut beberapa ahli. Diantaranya yaitu:
1.
Keohane berpendapat bahwa
kolaborasi adalah bekerja bersama dengan yang lain, kerja sama, bekerja dalam bagian satu tim, dan bercampur dalam
satu kelompok menuju keberhasilan bersama.
2.
Patel berpendapat bahwa
kolaborasi adalah suatu proses saling ketergantungan fungsional dalam mencoba
untuk keterampilan koordinasi, to coordinate skills, tools, and rewards.
3.
Duin, Jorn, DeBower, dan Johnson mendefinisikan “collaboration” sebagai suatu proses
di mana dua orang atau lebih merencanakan, mengimplementasikan, dan
mengevaluasi kegiatan bersama.
Berdasarkan pemaparan para ahli diatas dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran kolaborasi adalah suatu model di mana para siswa dengan variasi yang bertingkat bekerj asama dalam kelompok kecil ke arah satu tujuan. Dalam kelompok ini para
siswa saling membantu antara satu dengan yang lain.
Dari
pengertian model pembelajaran kontekstual dan model pembelajaran kolaborasi
yang diungkapkan oleh para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan antara kedua model tersebut. Dari perbedaan ini, menurut saudara
apakah kedua model ini dapat dipadukan menjadi satu dalam proses kegiatan belajar
mengajar dikelas ?
Terimakasih untuk pengetahuannya...
BalasHapusTerkait pertanyaan akhir td,menurut saya bisa saja 2 model ini dipadukan dalam proses belajar mengajar.. Sebab model kontekstual mengaitkan pada kehidupan nyata siswa,sedangkan kolaboratif mengajak siswa bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah.. Bisa saja kita sebagai seorang guru menggunakan pendekatan yg berpusat pada guru dan siswa, lalu guru memberi masalah dan d arahkan untuk mengaitkannya kedalam kehidupan nyata siswa.. Menurut pendapat saya demikin.. Malah yg saya sedikit bingung mengenai model kolaborasi, apakah sama saja dengen kooperatif? Terimakasih sebelumnya..
baik, terima kasih saudari ranti.
BalasHapussecara bahasa dua kata ini memilki makna yang sama yaitu kerjasama.
Namun dalam praktiknya dilapangan kolaborasi lebih menekankan pada proses, sedangkan kooperatif lebih menekankan pada hasil.
Berarti letak perbedaannya terdapat pada proses dan hasil.. Terimakasih infonya,sangat bermanfaat..š
BalasHapusTerima kasih.
BalasHapusUlasan yang sangat menarik...
Baik,saya akan coba menanggapi pertanyaaan sdr.Suwaji.
Menurut saya, Model Kontekstual tidak bisa dipadupadankan dengan Model Kolaboratif dalam satu KBM, karena menurut yg saya ketahui, dalam satu pembelajaran (satu kali pertemuan tatap muka) hanya menggunakan satu model pembelajaran saja,tetapi boleh memadupadankan beberapa metode,strategi,pendekatan dan teknik pembelajaran dlm proses pembelajaran tsb. Setiap model pembelajaran memiliki langkah2 nya tersendiri,jika kedua model tsb dipadupadankan,maka menurut saya pembelajaran akan menjadi rumit dan kacau.
Demikian pendapat saya,jika ada kesalahan,mohon diluruskan.
Terima kasih.
Terima kasih atas info nya mbak elga
Hapusinovasi guru dalam dunia pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, dalam materi yang telah anda sampaikan, menurut komentaor model pembelajaran Konseptual yang menitik beratkan pada kondisi nyata, dan model kolaboratif yang menunjukan kerja sama antara peserta didik tentunya dapat dipadukan dalam suatu pembelajaran
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Terimkasih atas partisipasi dan masukannya mas agung
HapusAssalamualaikum wr,wb
BalasHapusSetelah saya baca ulasan di atas saya rasa bisa kedua model diatas bisa dipadukan dalam pembelajaran. tergantung kepada guru apakah mampu untuk menerapkan dalam pembelajaran.
saya ada sedikit saran untuk sdr suwaji untuk ulasan diatas ada baik nya di cantum kan kelebihan dan kekurangan dari kedua model pembelajaran diatas.
Terima kasih
w.salam...
Hapusterima kasih saudari wella, sarannya sangat bermanfaat untuk postingan selanjutnya
Menurut saya kedua model ini dapat dipadukan dalam proses belajar mengajar karena pada model kolaboratif inti nya adalah bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama. Tujuan tersebut dapat berupa pengalaman nyata siswa yang dikaitkan dengan materi yang sedang diajarkan dalam model pembelajaran kontekstual sehingga kedua nya dapat dipadukan tetapi tentu dengan berbagai pertimbangan terlebih dahulu.
BalasHapusmenurut pendapat saya kedua model tersebut bisa diterapkan karena saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, sama sama memberikan kreatifitas untuk siswa dala belajar.
BalasHapusPak suwaji menurut saya kedua model ini sulit di terapkan secara bersama, krn tujuan awal yg ingin dicapai oleh kedua model ini sudah berbeda, model pembelajaran ini dapat diterapkan satu persatu dgn menyesuaikan dgn KD yg ingin dicapai
BalasHapusmenurut saya kedua model bisa diterapkan, saya sudah membaca hasil penelitian yang menerapkan kedua model ini, Guru yang akan menggunakan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif akan memperoleh manfaat terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan motivasi siswa melalui penerapan langkah-langkah berikut yaitu; (1) mendorong siswa untuk mencari dan menggali lebih dalam mengenai konsepkonsep alam disekelilingnya melalui percobaan, (2) siswa akan lebih termotivasi dalam belajar melalui belajar kelompok, (3) setiap siswa akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam berbicara, (4) dialog dan komunikasi antara siswa menjadikan suasana belajar lebih menyenangkan
BalasHapus